Laman

Sabtu, 02 Februari 2013

contoh karya tulis di bali


PESONA PULAU BALI

KARYATULIS
Disusun untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat dalam      memenuhi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012 / 2013 :
Oleh    :
Nama   : OKA MAHENDRA TRI DEWA
NIS     : 3823
Kelas   : XII IPS 3

SMA NEGERI 1 CEPER



                                                                      PENGESAHAN

Karya Tulis ini diterima oleh pembimbing dan disahkan oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Ceper untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013.

Hari                 :
Tanggal           :







Mengetahui,

Wakasek Kesiswaan
SMA Negeri 1 Ceper



Drs. Purwanto
NIP. 19621128 199403 1 002
Ceper,    Desember 2012



Pembimbing




Nur Janah, S.pd
NIP. 19760310 200312 2 006



Kepala Sekolah
SMA Negeri 1 Ceper



Drs. Adrian Setiadi, M.Pd
NIP. 19570403 198603 1 009







ii
MOTTO

Ø  Di dunia penuh persaingan, siapa yang tidak bersiap-siap dia akan kalah
Ø   Membaca adalah sumber kehidupan
Ø  Kembangkan potensimu untuk meraih prestasi
Ø  Orang bekerja untuk menyambung hidup, Pelajar belajar untuk mendapat ilmu
Ø   Selagi umur masih panjang ciptakan karya sebanyak-banyaknya
Ø   Mungkin orang dapat lupa akan sesuatu, tetapi janganlah lupa akan jasa-jasa guru
Ø   Selagi masih muda banyak-banyaklah menggali ilmu supaya berguna dikelak nanti
Ø   Hargailah karya orang lain, karena dengan menghargai karya orang lain berarti menghargai diri sendiri





















iii
PERSEMBAHAN

Karya tulis ini saya persembahkan kepada :
1.      Ayah dan Ibu yang selalu memberikan semangat, dukungan dan doanya
2.      Drs. Adrian Setiadi, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Ceper.
3.      Ibu Nur Janah ,S.pd yang telah membimbing dalam pembuatan laporan karya tulis ini.
4.      Seluruh Guru dan Karyawan SMA N 1 Ceper.
5.      Adik kelas X dan XI beserta teman-teman kelas XII SMA N 1 Ceper.
6.      Pembaca yang budiman.


























iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat serta hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
ketetapan waktu membuat laporan ini membantu kita mencari solusi bagaimana cara meningkatkan sikap kedisiplinan pada siswa serta menanamkan rasa tanggungjawab.
Kami sadar bahwa tanpa bantuan dari segenap pihak, Laporan Hasil Studi Wisata Ke Pulau Bali ini tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu , melalui media ini kami sampaikan ucapan terimakasih kepada yth.
1.       Bapak Drs.Andrian Setiadi,M.pd. selaku kepala sekolah
2.      Ibu Nur Janah ,S.pd yang telah membimbing cara menyusun laporan ini dan memberi pengarahan kepada saya.
3.      Bapak  Pemandu Wisata  yang telah menjadi pembimbing kami sewaktu di Bali sehingga kami bertambah wawasan
4.      Semua pihak yang telah memberi saran dan dorongan positif untuk kebaikan Laporan Hasil Studi Wisata Ke Pulau Bali ini.
5.      Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.
Penulis menyadari dalam penulisan karya tulis  ini masih banyak kekurangan, karena itu penulis mohon kritik dan saran dari pembaca demi sempurnanya penyusunan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.




Ceper,    Desember 2012


Penulis


v
DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
2.      Rumusan Masalah
3.      Tujuan Penulisan
4.      Teknik Pengumpulan Data
5.      Sistematika Penulisan

BAB II   ISI
A.    Pura Tanah Lot
B.     Monumen Bajra Sandhi
C.     Pantai tanjung Benoa
D.    Pantai kuta
E.     Cening Bagus
F.      Tari Barong
G.    Pasar Seni Sukowati
H.    Pantai Sanur
I.       Hutan Pala Sangeh
J.       Joger
K.    Danau Batur

BAB III   PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran

DAFTAR PUSTAKA
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………


……………………………………………………      
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………


……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………


……………………………………………………
……………………………………………………

……………………………………………………

i
ii
iii
iv
v
vi


1
1
1
1
2


3
3
4
4
4
4
5
5
5
6
6


7
7

8
vi
BAB I
PENDAHULUAN
 1.      Latar Belakang
         Indonesia merupakan Negara kepulauan (Negara yang terdiri dari banyak pulau). Salah satunya adalah pulau Bali, setiap tahunnya ada wisatawan asing maupun domestik yang datang mengunjungi Bali. Mereka tidak hanya tertarik pada keindahan alamnya saja, Tetapi mereka juga tertarik pada kebudayaan masyarakat Bali yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik meskipun banyak kebudayaan asing masuk ke Bali.
         Berdasarkan hal tersebut, penulis mencoba untuk menggambarkan kebudayaan masyarakat Bali dan obyek wisata yang ada di Bali. Disamping itu penulis juga ingin mengetahui mengapa pulau Bali sangat terkenal di dunia internasional dan apa yang membuat wisatawan lebih tertarik pada pulau Bali, padahal banyak pulau-pulau lain di Indonesia.      
2.     Rumusan Masalah
Agar rumusan masalah ini lebih terarah, maka penulis membatasi masalah yang penulis bahas, masalah yang penulis bahas yaitu seputar objek wisata di Pulau Bali dan sekitarnya saja.
3.     Tujuan Penulisan
         Adapun penulis menyusun karya tulis ini sebagai berikut:
1.      Untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat dalam menempuh  Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013.
2.      Untuk menambah wawasan tentang kebudayaan pulau Bali.
3.      Untuk mempraktekan teori yang didapat dari sekolah.
4.     Teknik Pengumpulan Data
         Dalam pemyusunan karatulis ini, Penulis menggunakan beberapa metode antara lain:
·       Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakkan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek.
·       Metode Wawancara
Yaitu metode yang di lakiukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemandu wisata.
·       Metode Kepustakaan
Yaitu metode yangdilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang kaitanya dengan penyusunan karya tulis ini.











1
5.     Sistematika Penulisan

Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Halaman Motto
Halaman Persembahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB  I       PENDAHULUAN
1.         Latar Belakang
2.         Rumusan Masalah
3.         Tujuan Penulisan
4.         Teknik Pengumpulan Data
5.         Sistematika Penulisan

BAB II      ISI
A.  OBYEK WISATA PULAU BALI

A.    Pura Tanah Lot
B.     Monumen Bajra Sandhi
C.     Pantai tanjung Benoa
D.    Pantai kuta
E.     Cening Bagus
F.      Tari Barong
G.    Pasar Seni Sukowati
H.    Pantai Sanur
I.       Hutan Pala Sangeh
J.       Joger
K.    Danau Batur
BAB III   PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran

DAFTAR PUSTAKA





2
BAB II
ISI / LAPORAN STUDI

OBYEK PENELITIAN
1.      Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Indonesia.
Pura Luhur Tanah Lot atau biasa disingkat menjadi Pura Tanah Lot merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan, yaitu pura yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai sendi-sendi penjaga Pulau Dewata. Pura lainnya yang termasuk Pura Sad Kahyangan antara lain Pura Bekasih, Pura Ulu Watu, Pura Pusering Jagat dan lain-lain.
Pura Tanah Lot merupakan tempat pemujaan Dewa-dewa penjaga laut. Pura ini memiliki ciri khas sebagai pura yang terletak di tengah laut (terletak sekitar 50 meter dari pantai ketika pasang). Apabila air laut pasang, maka wisatawan akan menyaksikan pura ini dikelilingi oleh air, sehingga tampak benar-benar di tengah laut.

2.      Monumen Bajra Sandhi
Monumen Bajra Sandhi terletak di Kawasan Renon, Kota Denpasar.
Monumen ini menggambarkan kehidupan masyarakat Bali sejak masa prasejarah hingga masa mempertahankan kemerdekaan, antara tahun 1950 – 1975. Bentuk-bentuk perjuangan tersebut diilustrasikan ke dalam 33 unit diorama.
Monumen Bajra Sandhi dibangun pada tahun 1987, akan tetapi baru diresmikan pada tanggal 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarno Putri. Tujuan utama dibangunnya monument ini adalah untuk mengenalkan semangat perjuangan dan kreasi budaya masyarakat Bali serta sebagai upaya mewariskannya kepada generasi muda. Nama Bajra Sandhi diambil dari bentuk monument yang menyerupai lonceng (genta) yang biasa dipakai oleh para Pedanda (Penghulu agama di Bali) kerika memimpin doa. Sebagaimana lonceng yang biasa digunakan untuk menandai waktu berdoa, nama ini dipilih untuk mengingatkan warga Bali tentang makna perjuangan para pendahulunya.




3
3.      Pantai Tanjung Benoa
Kawasan Tanjung Benoa merupakan kawasan pantai yang berada di ujung Tenggara Pulau Bali. Lokasinya yang cukup landai dengan ombak yang tenang membuat kawasan ini sangat cocok untuk berbagai olahraga air. Di tempat ini wisatawan dapat mencoba berbagai tantangan olahraga air, seperti jetski, parasailing, banana.
boat, snorkeling, scuba diving, glassbottom, hingga mengunjungi Pulau Penyu               (Turtle Island). Berbagai permainan air tersebut biasanya dimulai sejak pukul 8 sanpai     pukul 12 siang. Setiap permainan akan dipandu oleh instruktur berpengalaman sehingga akan memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan.

4.      Pantai Kuta
Pantai Kuta terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Propinsi Bali, Indonesia.
Pantai Kuta memiliki beragam fasilita pendukung, salah satunya adalah pusat pelatihan dan penyewaan peralatan surfing. Bagi wisatawan yang ingin belajar melakukan surfing, di pantai ini tersedia tempat-tempat khusus yang menyewakan peralatan selancar dan sekaligus pemandu. Di pantai ini juga tersedia arena hiburan seperti : bungy jumping, water boom serta arena permainan lainnya. Selain itu, di sepanjang Pantai Kuta terdapat bermacam kafe, bar, pub, diskotik maupun ajang live music yang selalu ramai dikunjungi oleh para turis untuk menghabiskan waktu atau sekedar menambah hiburan dimalam hari.

5.      Cening Bagus (Tempat Oleh-oleh)
Tempat oleh-oleh Cening Bagus terletak di Jl. Raya Batu Bulan 100 (Gianyar), Bali, Indonesia. Di toko ini terdapat banyak oleh-oleh khas Bali, misalnya : pakaian, makanan dan minuman. Terdapat pula kerajinan tangan khas Bali.

6.      Tari Barong
Tari Barong dipentaskan di sanggar seni Desa Batubulan dan dipentaskan pada jam 09.30 WITA. Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khasanah kebudayaan Pra Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum, binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
4
7.      Pasar Seni Sukawati
Pasar ini terletak sekitar 30 km dari arah timur Denpasar (40 menit drive dari Kuta), dipinggir jalan raya Sukawati. Kalau dari arah Denpasar pasar seni ada di kiri dan pasar tradisional ada dikanan jalan. Di pasar ini terdapat banyak pedagang yang menjual pakaian, makanan, karya seni dan juga handicraft khas Bali dengan harga yang terjangkau dan bahkan dapat ditawar lagi.

8.      Pantai Sanur
Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Berbeda dengan Pantai Kuta yang menyajikan keindahan matahari terpenam (sunset), Pantai Sanur terkenal karena keindahan panorama mentari terbitnya (sunrise). Topografinya yang melengkung dengan hamparan pasir putih yang membentang membentuk gugusan pantai yang elok. Di pagi hari, sembari menikmari detik-detik terbitnya mentari yang mempesona, wisatawan dapat menyaksikan gugusan Pulai Nusa Penida di sebelah tenggara serta panorama pantai selatan Pulau Bali.
Pemandangan di sore hari juga tak kalah menarik. Surutnya air laut memperjelas pandangan mata pada gugusan Pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatan Pantai Sanur.
9.      Hutan Pala Sangeh
Wisata alam Sangeh adalah salah satu obyek wisata di Bali yang menawarkan keindahan alam hutan pala dengan ratusan monyet liar yang jinak. Di musim libur akhir pekan, wisata alam yang terletak 25 kilometer utara Denpasar ini banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan lokal.
Obyek wisata Sangeh menawarkan keindahan alam dengan keaslian ekosistemnya. Di obyek wisata dengan hamparan homogeny hutan pala seluas sepuluh hektar ini, wisatawan akan dimanjakan dengan kesegaran udara dan habitat asli monyet Sangeh. Selain pohon pala, masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya pohon lanang wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan ditengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah dan terlihat seperti alat kelamin pria. Meski monyet yang dikeramatkan warga ini, hidup liar di dalam hutan, namun mereka tetap jinak



5
10.  Joger
Teman Joger (Tempat Penyamanan) berlokasi di jalan Raya Denpasar Bedugul Km 37,5. Teman Joger yang berada di daerah Bedugul ini, terdiri dari dua lantai dengan lahan parkir yang cukup luas. Di lantai pertama ada sederetan pernak-pernik ala Joger, T-Shirt/kaos dengan berbagai pilihan, pusat informasi dan ada sebuah ruangan khusus untuk rakyat kecil (maksudnya rakyat ukuran kecil alias anak-anak). Didalam ruangan ini hanya berisi pakaian khusus anak-anak, yang cukup menarik dari ruangan ini ada pada pintu masuknya. Pintunya sangat rendah mungkin hanya berukuran 1 meter, jadi kita harus menunduk terlebih dahulu untuk dapat memasuki ruangan yang satu ini. Sedangkan di lantai dua ada bermacam-macam sandal dengan ukuran dan desain yang berbeda serta beberapa sepatu ala joger. Di dinding tangga menuju lantai dua, dihiasi dengan puluhan pasang sandal dengan desain dan ukuran yang berbeda, bahkan ada sandal yang berukuran ekstra besar.

11.  Danau Batur
Danau Bedugul berlokasi pada ketinggian daratan sekitar 1.239 meter di atas permukaan air laut tepatnya di Bedugul, Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan dan terdapat sebuah Pura di piggir Danai Bedugul yang bernama Pura Ulun Danau Beratan. Keunikan inilah yang membuat wisatawan domestic maupun mancanegara yang datang berkunjung sangat terkesan.
















6
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Setelah melakukan penulisan ini penulis dapat menarik kesimpulan. Ternyata obyek-obyek wisata di Pulau Bali selalu padat dikunjungi oleh pengunjung baik dari domestik maupun pengunjung dari mancanegara.
Dari penyusunan karya tulis ini penulis bisa menarik kesimpulan :
1.      Mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu. Hal ini terkait dengan banyaknya pura yang dibangun di setiap banjar atau desa maupun di setiap rumah.
2.      Dengan kemajuan zaman yang semakin modern obyek wisata di Pulau Bali masih banyak menyimpan misteri yang sifatnya mistis dan sampai sekarang masih dipercaya. Dan ini merupakan salah satu daya tarik tempat wisata disamping keindahan panoramanya.

B.     Saran
Dari hasil penyusunan karya tulis ini maka penulis bisa memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.      Kebudayaan merupakan warisan nenek moyang dan warisan kita bersama, maka dari itu harus kita jaga dan lestarikan bersama.
2.      Mengembangkan dan meningkatkan usaha Pemerintah dalam melestarikan serta menjaga kebudayaan Indonesia.












7
DAFTAR PUSTAKA .

  http://www.google.com/cening bagus
http://www.google.com/joger





















8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar